SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, Menu Monoton hingga Dugaan Selisih Anggaran Disorot

    SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, Menu Monoton hingga Dugaan Selisih Anggaran Disorot
    SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, Menu Monoton hingga Dugaan Selisih Anggaran Disorot

    PURWOKERTO - SMP Negeri 10 Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, resmi melayangkan surat pengaduan kepada Koordinator Kecamatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Purwokerto Barat, Rabu (25/02/2026).

    Surat bertajuk Laporan Pengaduan, Evaluasi Layanan, dan Permohonan Pergantian Dapur MBG itu memuat permintaan tegas agar dilakukan pergantian dapur/vendor penyedia MBG, menyusul berbagai temuan yang dinilai mengancam standar layanan dan keamanan pangan siswa.

    Kepala sekolah, Sapto Sri Nugroho, menegaskan bahwa persoalan yang disampaikan bukan sekadar soal selera, melainkan menyangkut kualitas, variasi, hingga keamanan makanan.

    “Menu sangat monoton, didominasi telur rebus hampir setiap hari. Selama Ramadan ini bahkan lauk penuh yang diberikan hanya telur rebus tanpa variasi protein lain, ” ujarnya,

    Ia menekankan bahwa dominasi satu jenis lauk dalam jangka panjang dinilai tidak mencerminkan prinsip keberagaman gizi.

    "Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak, merujuk pada temuan makanan berbau tidak sedap serta adanya benda asing seperti serangga dan paku di dalam sajian, " tambahnya. 

    Selain itu, pihak sekolah melaporkan tidak didistribusikannya susu selama kurang lebih tiga bulan terakhir dengan alasan kelangkaan, padahal komponen tersebut merupakan bagian dari hak gizi siswa dalam skema MBG.

    Lembar edukasi nilai gizi yang seharusnya menyertai program juga disebut hanya dibagikan beberapa kali. 

    Berbagai komplain, menurut pihak sekolah, telah disampaikan berulang kepada dapur penyedia maupun SPPG, termasuk melalui forum bersama orang tua, namun perubahan dinilai belum signifikan.

    Dalam surat resminya, sekolah secara eksplisit memohon agar pergantian dapur segera diproses dan direalisasikan. Permintaan itu disebut sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan kesehatan sekaligus meredam gelombang keluhan siswa dan wali murid yang selama ini diterima para guru.

    Sorotan juga datang dari Koordinator Forum Masyarakat Peduli Program MBG (FMP2M), Sumbadi, yang mempertanyakan kesesuaian antara alokasi anggaran dan kualitas makanan.

    Ia menyebut jatah MBG untuk siswa kelas 4 SD hingga SMP sebesar Rp10.000 per porsi, namun memperkirakan nilai riil makanan berkisar Rp5.500 hingga Rp8.000.

    “Kalau ada selisih Rp2.000 saja per porsi, dengan asumsi 2.000 porsi per hari selama 24 hari sekolah, potensi akumulasi nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah, ” tegasnya.

    Di sisi lain, ahli gizi SPPG Rejasari 1, Nabila, menjelaskan bahwa dominasi telur dipilih karena kandungan proteinnya tinggi dan relatif aman selama Ramadan.

    “Tahu dan tempe berisiko bau jika tidak dimasak kering. Untuk kebutuhan Ramadan, makanan harus tahan hingga sore hari, ” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa siklus menu telah disusun sebelumnya sehingga perubahan mendadak sulit dilakukan, namun pihaknya berkomitmen membatasi telur dua kali dalam sepekan dan menggantinya dengan variasi lain.

    Polemik ini menjadi ujian tata kelola MBG di Purwokerto Barat, antara klaim pemenuhan standar gizi dan tuntutan variasi, keamanan, serta keterbukaan anggaran.

    Keputusan Korcam MBG atas permohonan pergantian vendor akan menjadi penentu arah penyelesaian persoalan yang menyangkut ribuan porsi makanan dan hak gizi ratusan siswa setiap harinya.

    (Wd/YF2DOI)

    banyumas smpn 10 purwokerto mbg makanan bermasalah
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Layanan Penitipan Makanan Berbuka Puasa,...

    Artikel Berikutnya

    Dua Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIB...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Cartenz Ungkap Jaringan Pasok Senpi Ilegal ke KKB Papua
    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Alumni SMA Veteran Purwokerto 89 adakan Silahturahmi dan Halal Bihahal
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Wujudkan Komitmen Pengelolaan Usaha yang Matang, Koperasi Lapas Narkotika Purwokerto Laksanakan Rapat Kerja Koperasi
    Wujudkan Birokrasi Bersih, Bapas Purwokerto Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas 2026
    Tingkatkan Kualitas Pembimbingan, Bapas Purwokerto Pelajari Pengelolaan Griya Abhipraya di Yogyakarta
    ‎Wujudkan Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Purwokerto ikuti Panen Raya Serentak bersama Menteri Imipas
    Wujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani, Lapas Purwokerto laksanakan Apel Penandatanganan Pakta Integritas Zona Integritas
    Wujudkan Kemandirian, WBP Lapas Purwokerto Hasilkan Sapu Glagah Bernilai Guna
    Wujudkan Komitmen Pengelolaan Usaha yang Matang, Koperasi Lapas Narkotika Purwokerto Laksanakan Rapat Kerja Koperasi
    Wujudkan Birokrasi Bersih, Bapas Purwokerto Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas 2026
    Wujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani, Lapas Purwokerto laksanakan Apel Penandatanganan Pakta Integritas Zona Integritas
    Tingkatkan Kualitas Pembinaan Kepribadian, Lapas Narkotika Purwokerto Terima Bantuan Sarana Ibadah
    Wujud Kepedulian Sosial, Petugas dan WBP Lapas Kelas IIA Purwokerto Gelar Kerja Bakti dan Salurkan Bantuan Sosial di Desa Pamijen
    Kolaborasi Perencanaan, Lapas Purwokerto Terima Studi Tiru dari Lapas Narkotika Purwokerto
    Perempuan Berdaya dan Berkarya, Bapas Purwokerto Peringati Hari Ibu ke-97 Menuju Indonesia Emas 2045
    Dua Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto Jalani Pemeriksaan Rutin TBC di RST Wijayakusuma Purwokerto
    Asah Keterampilan, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Purwokerto Produksi Sapu Lidi

    Ikuti Kami