Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Pelatihan Pembuatan Lilin Hias dan Aromaterapi dari Minyak Jelantah

    Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Pelatihan Pembuatan Lilin Hias dan Aromaterapi dari Minyak Jelantah
    Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Pelatihan Pembuatan Lilin Hias dan Aromaterapi dari Minyak Jelantah

    PURWOKERTO - Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menggelar program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin hias dan aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah, Kamis (12/2/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Giatja Lapas ini diikuti oleh 16 warga binaan dan menghadirkan 3 praktisi dari Kelompok UMKM Berkah Kita sebagai narasumber.

    Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bima Sambudya, yang menegaskan pentingnya pelatihan keterampilan sebagai bekal produktif bagi warga binaan.

    Dalam sambutannya, Bima menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama Lapas Purwokerto dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomis, sehingga setelah bebas nanti mereka memiliki peluang usaha yang mandiri dan berkelanjutan, ” ujarnya.

    Selanjutnya, Ketua Kelompok UMKM Berkah Kita, Ibu Apriani Ika Kurniawati, S.P., memberikan pengantar materi mengenai konsep pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin hias dan aromaterapi.

    Peserta mendapatkan pemahaman tentang karakteristik minyak jelantah, proses pengolahan yang aman, serta tahapan pembuatan lilin yang ramah lingkungan dan bernilai jual.

    Pada sesi praktik, warga binaan secara langsung mengikuti proses pembuatan lilin, mulai dari persiapan bahan, pengolahan minyak jelantah, pencampuran aroma, hingga pencetakan lilin.

    Diskusi interaktif juga berlangsung aktif, di mana peserta menggali informasi seputar teknik produksi, pemilihan bahan tambahan, serta potensi pemasaran produk sebagai usaha kreatif berbasis daur ulang.

    Bima Sambudya menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri warga binaan, serta menjadi langkah awal dalam menciptakan produk unggulan hasil karya mereka sendiri, ” pungkasnya.

    Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.

    (Humas Lapas Purwokerto)

    banyumas lapas purwokerto wbp lapas purwokerto
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Suasana Haru dan Bahagia Selimuti Lapas...

    Artikel Berikutnya

    Rektor UIN SAIZU Purwokerto Komitmen Institusinya...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    ASN WFH Tiap Jumat Mulai 1 April 2026, Waspadai Pengecualian
    Antrean BBM Mengular di Pesing, Isu Kenaikan Harga Bikin Resah
    Prasetyo Hadi: Harga BBM Tak Naik, Pemerintah Jamin Pasokan Aman
    MPR RI Terapkan WFH/WFA dan Hemat Listrik Antisipasi Konflik Timur Tengah
    Wujud Penghargaan Pengabdian, Panglima TNI Berangkatkan Umroh Ratusan Prajurit dan ASN TNI

    Ikuti Kami