PURWOKERTO – Dalam upaya mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional, jajaran pegawai Bapas Kelas II Purwokerto bersama dengan peserta magang Batch 2 menggelar aksi gotong royong melakukan persiapan lahan, pada pekan ini. Lahan kosong yang berada di area sekitar kantor Bapas Purwokerto tersebut disiapkan secara intensif untuk dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif. pada hari senin (23/2)
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini dipenuhi dengan antusiasme tinggi. Kolaborasi antara petugas pemasyarakatan dan para peserta magang terlihat solid saat mereka bahu-membahu membersihkan gulma, mencangkul, dan menggemburkan tanah agar siap ditanami berbagai jenis bibit tanaman pangan.
Kepala Bapas Purwokerto, Bluri Wijaksono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan biasa, melainkan langkah strategis dan bentuk nyata kontribusi instansi dalam menjawab tantangan kemandirian pangan.
"Pemanfaatan lahan kosong di area kantor ini adalah implementasi nyata dari program ketahanan pangan yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang ada bisa memberikan manfaat atau nilai guna yang produktif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memupuk kebersamaan dan rasa memiliki antarpegawai di lingkungan Bapas Purwokerto, " tegas Bluri Wijaksono.
Lebih lanjut, program ini juga dinilai memiliki manfaat ganda karena turut melibatkan generasi muda, yakni para peserta magang Batch 2. Keterlibatan mereka diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya sektor pertanian dan kemandirian pangan.
Elingrianti, salah satu mentor bagi peserta magang batch 2 dalam kegiatan tersebut, menyoroti dampak positif dari kelteribatan peserta magang. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah pembentukan karakter yang efektif di luar area perkantoran.
|
Baca juga:
Puluhan Kayu Ilegal Diamankan di Tanah Laut
|
"Keterlibatan adik-adik peserta magang Batch 2 ini memberikan energi tersendiri. Ini adalah bentuk edukasi langsung yang sangat baik. Mereka tidak hanya belajar tentang tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan di dalam kantor, tetapi juga diajarkan tentang nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan, " ujar Elingrianti.
Di sisi teknis, penyiapan lahan tidak dilakukan secara sembarangan. Prosesnya memperhatikan unsur unsur hara dan kelayakan tanah agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Hal ini dijelaskan oleh Urip Tri Kusumawati, yang turut menjadi mentor serta motor penggerak teknis dalam kegiatan persiapan lahan ini. Ia memaparkan bahwa persiapan yang matang adalah kunci dari keberhasilan panen di masa mendatang.

"Hari ini fokus utama kita adalah sterilisasi lahan dari rumput liar dan penggemburan tanah. Setelah tanah dirasa cukup gembur, tahap selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar untuk mengembalikan nutrisi tanah. Lahan ini nantinya akan kami tanami dengan beberapa komoditas pangan yang cepat panen dan memiliki manfaat konsumsi langsung, sehingga hasil dari program ketahanan pangan ini nantinya bisa benar-benar dirasakan oleh keluarga besar Bapas Purwokerto, " jelas Urip Tri Kusumawati.
Ke depannya, lahan yang telah disiapkan ini akan dipantau dan dirawat secara berkala. Program ketahanan pangan Bapas Purwokerto ini diharapkan dapat berkesinambungan dan menjadi optimalisasi aset lahan untuk kemaslahatan bersama. Melalui sinergi lintas generasi antara pegawai senior dan peserta magang ini, Bapas Purwokerto membuktikan komitmennya untuk terus berinovasi dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.(Humas Bapas Purwokerto)

Devira Arum