Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program Release Talk yang digelar bagi warga binaan yang akan memasuki masa bebas atau reintegrasi sosial, Rabu (04/02/2026).

Kegiatan ini dilandasi semangat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua. Menjelang masa kebebasan, kesiapan diri menjadi faktor penting agar warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan secara positif serta bertanggung jawab.

Release Talk merupakan program pembinaan yang mengusung konsep Reintegration, Learning & Awareness, Sharing, dan Exchange. Program ini dirancang sebagai ruang refleksi, pembelajaran, serta sarana berbagi pengalaman yang dilaksanakan melalui diskusi dan pendampingan oleh petugas Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak untuk meningkatkan kesadaran diri, memahami peran dan tanggung jawab sosial, serta mempersiapkan mental dan emosional dalam menghadapi kehidupan setelah bebas. Selain itu, Release Talk juga menjadi wadah untuk saling mendengarkan dan bertukar pandangan, sehingga tercipta dukungan positif dalam proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepala Lapas Narkotika Purwokerto, Mochammad Sjaefoedin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dari tahapan pembinaan menjelang reintegrasi sosial.
“Release Talk kami laksanakan untuk membekali warga binaan agar memiliki kesiapan mental, emosional, dan pola pikir yang positif sebelum kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka mampu beradaptasi dengan baik, menjauhi perilaku menyimpang, serta menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab, ” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pembinaan menjelang bebas tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada kesiapan psikologis dan sosial warga binaan sebagai bekal menghadapi tantangan di luar lapas.
Melalui pelaksanaan Release Talk, diharapkan warga binaan memiliki kepercayaan diri, kesiapan diri, serta sikap yang adaptif sebagai langkah awal menuju reintegrasi sosial yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan.
(Humas Elkapur)
