Purwokerto - Dalam semangat awal tahun guna memberikan harapan baru bagi proses pembinaan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto resmi membuka perpustakaan bagi warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi dan mendukung program pembinaan berbasis pendidikan.
Peresmian perpustakaan tersebut dilaksanakan di area blok hunian dan disaksikan secara langsung oleh seluruh pejabat struktural, peserta magang, dan warga binaan, Jumat (2/1/2026).

Kepala Lapas Narkotika Purwokerto, Mochammad Sjaefoedin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang positif bagi warga binaan. Melalui kegiatan membaca, warga binaan diharapkan mampu menambah wawasan, mengembangkan keterampilan berpikir, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan selesai.
“Perpustakaan ini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang untuk membangun semangat belajar dan perubahan diri ke arah yang lebih baik. Ini juga menjadi salah satu bukti nyata bahwa hak warga binaan terutama hak untuk mendapatkan ilmu masih diberikan, karena menuntut ilmu dapat dilakukan dimana saja meskipun saat ini sedang menjalani masa pembinaan, " ujarnya.

Perpustakaan menyediakan berbagai jenis buku, mulai dari buku pelajaran, pengetahuan umum, keterampilan, keagamaan, hingga bacaan motivasi. Koleksi buku tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan berbagai pihak salah satunya adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang terus memberikan buku bacaan sebagai salah satu dukungaan pemenuhan hak warga binaan.

Dengan dibukanya perpustakaan ini, Lapas Narkotika Purwokerto berharap dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih edukatif dan humanis, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif di masa depan.
(Humas Elkapur)
