Dukung Pemberdayaan Lingkungan, Lapas Purwokerto Kirim Mesin Ayakan Maggot ke Desa Penambangan

    Dukung Pemberdayaan Lingkungan, Lapas Purwokerto Kirim Mesin Ayakan Maggot ke Desa Penambangan
    Dukung Pemberdayaan Lingkungan, Lapas Purwokerto Kirim Mesin Ayakan Maggot ke Desa Penambangan

    Purwokerto — Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam program pembinaan kemandirian dengan mengirimkan mesin ayakan maggot hasil karya warga binaan ke Desa Penambangan, Kecamatan Cilongok, Jumat (13/2/2026).

    Pengiriman yang dilaksanakan pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan budidaya maggot dan pengelolaan limbah organik berbasis masyarakat.

    Mesin ayakan maggot tersebut merupakan produk hasil pembinaan kerja yang dirancang dan dibuat langsung oleh warga binaan di bawah arahan petugas pembinaan kerja.

    Program ini menjadi wujud nyata peningkatan keterampilan teknis dan produktivitas warga binaan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya dibekali kemampuan praktis, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

    Pengiriman dilakukan oleh petugas Lapas, yakni Bapak Rakhmad bersama Bapak Tezar selaku Kepala Sub Seksi Sarana dan Prasarana Kerja, dengan pengawalan guna memastikan mesin tiba dalam kondisi aman dan baik.

    Setibanya di lokasi, mesin diterima langsung oleh pihak Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebagai mitra kolaborasi. Sebelum serah terima, dilakukan pengecekan fisik dan kelengkapan mesin untuk memastikan seluruh komponen berfungsi optimal dan siap digunakan dalam program budidaya maggot di Desa Penambangan.

    Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan yang berorientasi pada kebermanfaatan.

    “Kami ingin memastikan bahwa program pembinaan di dalam Lapas tidak hanya memberikan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Unsoed dan Desa Penambangan ini menjadi bukti bahwa sinergi dapat menciptakan solusi pengelolaan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan, ” ujarnya.

    Ia berharap kerja sama tersebut semakin memperkuat sinergi antara Lapas, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan berbasis lingkungan.

    (Humas Lapas Purwokerto)

    banyumas lapas purwokerto
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Pegawai Lapas Kelas IIA Purwokerto Gelar...

    Artikel Berikutnya

    Optimalisasi Hasil Peternakan, Warga Binaan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Kodam I/BB Pulihkan Sekolah Terdampak Banjir di Tapsel, Siswa Kembali Belajar Normal
    Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungi Yonif TP 852/ABY
    Panglima TNI Dukung Penguatan Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional
    Satgas Gulbencal Kodam IM Percepat Jembatan Armco Bener Meriah, Akses Vital Warga Segera Pulih
    Sentuhan Prajurit Hidupkan Poskamling, TMMD Bangkitkan Solidaritas Warga Desa Somagede

    Ikuti Kami