Purwokerto - Lapas Kelas IIA Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Lapas Kelas IIA Purwokerto, telah dilaksanakan kegiatan pengambilan hasil karya Warga Binaan berupa sapu lidi oleh CV. Pusat Handicraft sebagai mitra kerja sama pemasaran.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari kerja sama produksi dan pemasaran hasil karya Warga Binaan.

Sebanyak 1.150 batang sapu lidi hasil produksi Warga Binaan berhasil diambil setelah diselesaikan dalam waktu 10 hari melalui program pembinaan kemandirian berbasis keterampilan kerja.

Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memberikan nilai tambah terhadap hasil pembinaan.

“Melalui program pembinaan kemandirian ini, kami berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke masyarakat, ” ujar Kalapas.
Selain sapu lidi, hasil karya Warga Binaan berupa sapu lakop juga akan dipasarkan oleh CV. Pusat Handicraft. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong produktivitas Warga Binaan serta memperluas jangkauan pemasaran produk pembinaan, sejalan dengan komitmen Lapas Kelas IIA Purwokerto dalam menciptakan pembinaan yang bermanfaat, berkelanjutan, dan berdaya saing.
(Humas Lapas Purwokerto)
