Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menerima kegiatan monitoring dan evaluasi budidaya madu lebah klanceng yang dilaksanakan oleh Tim Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Kegiatan ini diikuti oleh petugas Seksi Kegiatan Kerja serta warga binaan pemasyarakatan yang menjadi peserta program budidaya lebah klanceng, selasa (10/02/2024).

Selain melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan koloni lebah klanceng, Tim Dosen Fakultas Biologi Unsoed juga memberikan pelatihan singkat pembuatan dan pemberian pakan tambahan lebah klanceng sebagai langkah antisipasi musim paceklik.

Warga binaan mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pembuatan pakan tambahan berbahan dasar jagung dan kedelai guna menjaga keberlangsungan koloni dan kualitas madu.

Salah satu Dosen Fakultas Biologi Unsoed, Juni Safitri Muljowati menyampaikan bahwa pakan tambahan memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas lebah.
“Pakan tambahan berbahan jagung dan kedelai dapat membantu menjaga kekuatan koloni lebah klanceng pada masa minim pakan alami, sehingga produksi dan kualitas madu tetap optimal, ” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Tim Dosen Unsoed.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari Fakultas Biologi Unsoed. Sinergi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus memastikan program budidaya lebah klanceng berjalan berkelanjutan dan bernilai ekonomi, ” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program budidaya lebah klanceng di Lapas Kelas IIA Purwokerto dapat terus berkembang secara berkelanjutan, menghasilkan madu berkualitas, serta memberikan keterampilan dan peluang ekonomi bagi warga binaan sebagai bekal positif ketika kembali dan berintegrasi dengan masyarakat.
(Humas Lapas Purwokerto)

Devira Arum