Purwokerto, 28 Maret 2026—Upaya pengelolaan sampah organik terus dikembangkan di Lapas Kelas IIA Purwokerto sebagai solusi mengurangi timbunan limbah sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Salah satunya melalui pemanfaatan sampah organik sebagai pakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Kegiatan ini dinilai efektif dalam mengolah sampah dapur seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan menjadi sumber pakan bernutrisi tinggi.
Dalam pelaksanaannya, sampah organik yang telah dipilah dikumpulkan dan difermentasi sebelum diberikan kepada maggot. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan, unggas, maupun ternak lainnya. Selain itu, sisa hasil pengolahan berupa kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tetapi juga memberikan nilai manfaat ekonomi dan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat, ” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan di Lapas Purwokerto, dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses pengelolaan sampah. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah secara bijak.
(Humas Lapas Purwokerto)
