Purwokerto – Warga binaan yang beragama Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto mengikuti kegiatan ibadah yang dilaksanakan di Gereja Imanuel, pada Sabtu (21/02/2026).
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.

Kebaktian dipimpin oleh rohaniawan dari gereja mitra yang secara rutin memberikan pelayanan keagamaan di dalam lapas. Dalam khotbahnya, disampaikan pesan tentang pentingnya pertobatan, pengharapan, serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Lapas Narkotika Purwokerto, Mochammad Sjaefoedin, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan.
“Pembinaan kerohanian menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan agar memiliki kesadaran, tanggung jawab, serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat, ” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Lapas Narkotika Purwokerto berkomitmen untuk memenuhi hak beribadah seluruh warga binaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Menurutnya, pemenuhan hak tersebut sejalan dengan prinsip Pemasyarakatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Warga binaan yang mengikuti ibadah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan beribadah secara rutin di dalam lapas. Kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat iman, serta memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan kebaktian ini, diharapkan nilai-nilai spiritual yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga proses pembinaan di Lapas Narkotika Purwokerto berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para warga binaan.
(Humas Elkapur)
