Purwokerto - Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto. 18 (delapan belas) orang warga binaan tampak antusias mengikuti lomba baca puisi religi yang digelar dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Senin (12/01/2026).
Bukan sekadar deretan kata, bait-bait puisi yang dibacakan menjadi sarana bagi para warga binaan untuk mencurahkan isi hati, penyesalan, sekaligus harapan akan perjalanan hidup yang lebih baik. Dengan suara yang bergetar, beberapa peserta tampak hanyut dalam emosi saat membacakan puisi bertema keagungan Tuhan dan perjalanan agung Rasulullah.

Perlombaan baca puisi tersebut mengangkat tema keislaman, keteladanan Nabi Muhammad SAW, serta refleksi diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Risa Yuliana Utami, Perawat Lapas Narkotika Purwokerto yang juga salah satu juri dalam lomba baca puisi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi warga binaan.
Ia berharap melalui kegiatan keagamaan dan seni sastra, warga binaan dapat memperkuat iman, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan sikap positif dalam menjalani masa pembinaan.
"Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan Nabi menuju kesempurnaan. Kami ingin momen ini menjadi motivasi bagi teman-teman warga binaan untuk melakukan 'hijrah' pribadi, meninggalkan masa lalu yang kelam menuju masa depan yang lebih terang, " ujarnya.
Dewan juri yang terdiri dari pegawai dan peserta magang Kemenaker menilai peserta berdasarkan penghayatan, intonasi, artikulasi, serta kesesuaian tema puisi yang dibacakan.
Dengan terselenggaranya perlombaan baca puisi ini, diharapkan peringatan Isra Mi’raj di Lapas Narkotika Purwokerto tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual dan motivasi bagi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
(Humas Elkapur)
