Purwokerto - Dalam upaya meningkatkan keterampilan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto menggelar kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama dan pembukaan pelatihan kemandirian keterampilan sablon, Senin (12/01/2026). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama yang baik dengan Raya Collection.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Lapas Narkotika Purwokerto, yang diwakili oleh, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Yudi Suhartono, dengan, Pimpinan Raya Collection, Shelly Afina.
Pelatihan direncanakan akan dilaksanakan selama 5 hari dan diikuti oleh 20 orang warga binaan. Tujuan pelatihan ini untuk membekali warga binaan dengan keterampilan dibidang sablon serta mendorong kreativitas yang diharapkan dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat.
Dalam sambutannya, Yudi, menyampaikan program pelatihan ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Di Lapas Narkotika Purwokerto, fokus kita bukan hanya pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian.
"Kami ingin memastikan bahwa ketika saudara-saudara bebas nanti, saudara tidak hanya membawa raga yang sehat, tetapi juga membawa 'senjata' berupa keterampilan untuk mencari nafkah yang halal. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Raya Collection. Kerja sama ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki kepedulian terhadap proses reintegrasi sosial warga binaan. Ilmu yang dibagikan oleh tim Raya Collection adalah ilmu praktis yang laku di pasar industri kreatif saat ini, " ujarnya.
Sementara itu, Shelly, berpesan kepada peserta pelatihan untuk dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan jangan ragu bertanya jika ada sesuatu yang belum dipahami.
"Sablon mungkin terlihat sederhana, namun butuh ketelitian dan kreativitas tinggi, jaga kedisiplinan, manfaatkan waktu pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Tumbuhkan Rasa percaya diri, karena kesalahan di masa lalu jangan menjadi penghalang untuk sukses di masa depan. Menjadi ahli sablon bisa menjadi pintu pembuka bagi kalian untuk membuka usaha mandiri nantinya, " tuturnya.
Diharapkan pelatihan kemandirian ini bukan sekedar pengisi waktu luang selama menjalani masa pembinaan, tetapi sebagai bekal keterampilan yang warga binaan miliki ketika kembali ke masyarakat.
(Humas Elkapur)

Devira Arum